Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Suami Dan Istri Harus Baca. Begitu Juga Para Calon Suami Dan Calon Istri | Wajib Baca.


🎯 *Suami dan istri harus baca. 
Begitu juga para calon suami dan calon istri, wajib baca.*🎯

Insya Allah, dongeng ini *bisa* diambil sbg ibroh (pelajaran)..

*"Teeng..."*
Terdengar denting suara jam 1 kali, mengambarkan jam 01.00 dini hari.

“Assalamu’alaikum…!”
Ucapnya lirih Abdurrahman ketika masuk rumah.

Tak ada orang yang menjawab, *Dia tahu istri dan anak-anaknya niscaya sudah tidur.*

"Biarlah malaikat yang menjawab salamku,”
Gumamnya dalam hati.

Diletakkanlah tas, ponsel dan kunci-kunci di meja.

Setelah itu, barulah Abdurrahman  menuju kamar mandi sekalian berwudlu kemudian berganti pakaian.

Semua tertidur pulas, tak ada satu-pun yang terbangun.

Segera dia  beranjak menuju kamar tidur.
Pelan-pelan dibukanya pintu kamar.
Dia tidak ingin menggangu istrinya yang sedang pulas tidur.

Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadiran suaminya.

Kemudian Abdurrahman duduk di pinggir kawasan tidurnya.

Dipandanginya dalam-dalam wajah Qonita istrinya.

Abdurrahman teringat perkataan almarhum ayahnya, dulu sebelum ia menikah.

*Ayahnya berpesan :*
"Jika kau sudah menikah nanti:

•Jangan berharap kau punya istri yang sama persis dengan keinginanmu.
Karena kau pun juga tidak sama persis dengan maunya.

•Jangan pula berharap memiliki istri yang punya aksara sama ibarat dirimu. Karena suami istri yakni dua orang yang berbeda. Dia bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi.

*Dan...*
°Jika suatu ketika ada yang tidak berkenan di hatimu, atau kau merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak lezat yang lainnya, Maka..
Lihatlah ketika istrimu tidur.."

“Kenapa Yah, kok waktu ia tidur?”
Tanyanya kala itu.

Ayahnya menjawab :
“Nanti kau akan tahu sendiri"

Waktu itu, ia tidak sepenuhnya memahami maksud ayahnya, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, alasannya yakni ayahnya sudah mengisyaratkan untuk membuktikannya sendiri.

Malam itu, Abdurrahman  mulai memahaminya. Malam itu, ia menatap wajah istrinya lekat-lekat.

Semakin usang dipandangi wajah istrinya, semakin membuncah perasaan di dadanya.

Wajah polos istrinya ketika tidur benar-benar membuatnya terkesima.

Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi, tanpa kepura-puraan, tanpa dibuat-buat.

Pancaran tulus dari kalbu.
Memandanginya menyeruakkan banyak sekali macam perasaan.

Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata.

Dalam batin, Dia  bergumam,
“Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis:
•Yang leluasa beraktivitas,
•Banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu. Lalu saya menjadikanmu seorang istri. •Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit.
•Memberikanmu banyak batasan,
•Mengaturmu dengan banyak aturan.

Dan saya pula..
•Yang menjadikanmu seorang ibu. •Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan.
•Mengambil hampir semua waktumu untuk saya dan anak-anakku.

Wahai istriku..
Engkau yang dulu bisa melenggang kemanapun tanpa beban, sekarang saya memperlihatkan beban di tanganmu, dan dipundakmu..
•Untuk mengurus keperluanku,
•Guna merawat anak-anakku, juga
•Memelihara kenyamanan  rumahku.

Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku.

Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku.

Kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku.

Kau buang egomu untuk menaatiku.

Kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.

Wahai istriku..
Di kala susah, kau setia mendampingiku.

Ketika sulit, kau tegar di sampingku.

Saat sedih, kau pelipur laraku.

Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku.

Jika saya gundah, kau penyejuk hatiku.

Kala saya bimbang, kau penguat tekadku.

Bila saya lupa, kau yang mengingatkanku.

Ketika saya salah, kau yang menasehatiku.

Wahai istriku..
Telah sekian usang engkau mendampingiku.

Kehadiranmu membuatku menjadi tepat sebagai laki-laki.

Lalu, atas dasar apa saya harus kecewa padamu..?!

Dengan alasan apa saya murka padamu..?!

Andai kau punya kesalahan atau kekurangan.
Semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan air mata.

Akulah yang harus membimbingmu.
Aku yakni imammu.

Jika kau melaksanakan kesalahan.
Akulah yang harus dipersalahkan alasannya yakni tidak bisa mengarahkanmu.

Jika ada kekurangan pada dirimu.
Itu bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah.

Karena kau insan, bukan malaikat.

Maafkan saya istriku..
Kaupun akan kumaafkan bila punya kesalahan.

Mari kita gotong royong membawa perahu rumah tangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keridhoan Yang Mahakuasa azza wa jalla.

Segala puji hanya untuk Alloh azza wa jalla yang telah memberikanmu sebagai jodoh untukku.”

Tanpa terasa air matanya menetes deras di kedua pipinya.

Dadanya terasa sesak menahan isak tangis.

Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan.

Tak usang kemudian ia pun terlelap.

•®•®•
*"Teeng..teeng"*

Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali.

Qonita, istri Abdurrahman terperanjat sambil terucap :
“Astaghfirulloh, sudah jam dua..!"

Dilihatnya sang suami pulas di sampingnya.

Pelan-pelan ia duduk, sambil berdoa memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan.

“Kasihan suamiku, saya tidak tahu kedatanganmu.

Hari ini saya benar-benar capek, sampai-sampai nggak mendengar apa-apa.
<
Sudah makan apa belum ya dia..?!"
Gumamnya dalam hati.

Ada niat mau membangunkan, tapi ach.. tidak tega.
Akhirnya ia cuma pandangi saja wajah suaminya.

Semakin usang dipandang, semakin terasa getar di dadanya.

Perasaan yang campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Hanya hatinya yang bicara :
*“Wahai suamiku, saya telah memilihmu untuk menjadi imamku.*

*Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari anak-anakku.*

*Begitu besar impian kusandarkan padamu.*

*Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan di pundakmu.*

*Wahai suamiku..*
*•Ketika saya sendirian..*
*Kau datang* *menghampiriku.*
*•Saat saya lemah..*
*Kau ulurkan tanganmu menuntunku.*
*•Dalam duka..*
*Kau sediakan dadamu untuk merengkuhku.*
*•Dengan segala kemampuanmu..*
*Kau selalu ingin melindungiku.*

*Wahai suamiku..*
*•Tak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku.*
*•Tak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu.*
t
*•Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal, tidak menyurutkan lanegkahmu.*

*Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri, demi saya dan anak-anak.*

*Lalu..*
*Atas dasar apa saya tidak berterimakasih padamu.*😭

_Ambillah pesan yang tersirat dari bacaan ini_

Sumber http://mukjizattdoa.blogspot.co.id
loading...

Related : Suami Dan Istri Harus Baca. Begitu Juga Para Calon Suami Dan Calon Istri | Wajib Baca.