Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Hijabers Ini Bikin Rumah Tinggal untuk Bantu Wanita Muslim di Kanada

Hijabers Ini Bikin Rumah Tinggal untuk Bantu Wanita Muslim di Kanada Foto: Ist.

Kanada -Tak sedikit hijabers di banyak sekali negara yang mengalami diskriminasi. Beberapa perempuan muslim di Kanada masih mengalaminya. Melihat hal itu, seorang hijabers asal Kanada, Yasmine Youssef, menciptakan rumah tinggal untuk melayani para perempuan muslim khususnya di daerah Greater Toronto Area (GTA), Kanada.

Rumah tinggal itu diberinama Nisa Homes. Setiap hari, pintu rumah itu terbuka untuk melayani para perempuan muslim yang membutuhkan. Youssef bercerita kalau semenjak 2014, Nisa Homes sudah membantu lebih dari 150 perempuan di Kanada. Sebanyak 14 perempuan dank bawah umur dari daerah GTA sudah mengakibatkan Nisa Homes menyerupai rumah mereka sendiri.

Nise Homes merupakan rumah tiggal pertama di GTA yang secara khusus dibentuk untuk melayani perempuan muslim. Rumah itu terbuka untuk perempuan yang membutuhkan. Banyak imigran, pengungsi, serta tunawisma tiba ke Nisa Homes untuk memulihkan diri sebelum mencari tempat tinggal yang sesungguhnya.

"Bagi banyak perempuan di sini, mereka tidak mencari tempat berlindung sebenarnya tapi di mana mereka dapat memulihkan diri," ujar Youssef.

Nisa Homes juga dapat disebut sebagai tempat penampungan. Sebenarnya bukan hanya untuk perempuan muslim saja tapi semua perempuan di Kanada. Namun di Nisa Homes tersedia banyak sekali kemudahan yang dapat mendukung ibadah perempuan muslim menyerupai tempat salat.

Tak heran bila banyak perempuan muslim yang pergi ke Nisa Homes untuk mendapat perlindungan. Beberapa penghuni Nisa Homes mengaku takut awalnya tinggal di rumah tersebut alasannya mengkhawatirkan banyak sekali risiko yang dapat terjadi menyerupai Islamophobia sampai pelecehan seksual. Namun diakui salah satu perempuan yang pernah tinggal di Nisa Homes, Maryam, ia mendapat pelayanan yang sangat baik di rumah tersebut.

"Aku awalnya takut pergi ke tempat penampungan dan menjadi tunawisma. Tapi saya kesulitan, saya tidak mempunyai keluarga di sini, dan dikala tiba di Nisa Homes ini saya merasa lega," ujar perempuan yang tinggal di Nisa Homes pada 2015 itu.

Maryam menyampaikan bahwa ia dapat tidur dan makan dengan baik di Nisa Homes. Bahkan tersedia guru bimbingan spiritual untuk memulihkan keadaan Maryam sesudah pernikahannya hancur akhir kekerasan. Ia tinggal di Nisa Homes selama tiga bulan sambil menulis ujian selesai sebelum lulus kuliah dan menuntaskan gelar masternya.

Dua tahun kemudian, ia tinggal di Montreal, Kanada, dan berhasil mempunyai karier sukses. Ia membayangkan jikalau tak ada Nisa Homes maka kehidupannya tidak akan menyerupai sekarang.

"Aku bahkan tidak dapat mengungkapkan apa yang telah dilakukan NisaHomes untukku," katanya lagi.

Sumber detik.com
loading...

Related : Hijabers Ini Bikin Rumah Tinggal untuk Bantu Wanita Muslim di Kanada