Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Universitas Mesir Jadi Kontroversi karena Larang Mahasiswi Pakai Jeans Robek

Universitas Mesir Makara Kontroversi alasannya yaitu Larang Mahasiswi Pakai Jeans Robek Foto: Instagram

Jakarta -Pada ahad lalu, salah satu universitas di Mesir --Egypt's Alexandria University-- mengeluarkan larangan untuk mahasiswa perempuannya menggunakan ripped jeans atau celana jeans robek. Aturan tersebut kemudian menjadi perdebatan banyak sekali pihak.

Tidak hanya menciptakan larangan penggunaan ripped jeans, Egypt's Alexandria University juga meminta mahasiswinya tak mengenakan pakaian ketat serta galabias (baju longgar yang panjangnya hingga menyentuh lantai). Sejumlah netizen dan mahasiswi sendiri tidak suka dengan adanya hukum itu.

Dekan dari Fakultas Pertanian Egypt's Alexandria University Tarek Serour, menyampaikan bahwa hukum berlaku mulai 27 September 2017. Berbicara kepada media lokal, Al Masry Al Youm, Tarek menyatakan jikalau hukum ini dibentuk sesudah ia melihat beberapa mahasiswi mengenakan celana jeans robek di kampus.

"Jenis pakaian ini tidak sesuai dan bertentangan dengan nilai, tradisi, serta agama kita. Saya segera memerintahkan kepala petugas keamanan untuk bertemu belum dewasa perempuan semoga tidak berpakaian menyerupai itu di kampus. Saya juga mengeluarkan isyarat kepada petugas keamanan semoga melarang mahasiswi yang melanggar hukum tersebut tidak diizinkan masuk kampus," ujar Tarek.

Menurut Tarek, jenis-jenis pakaian itu sanggup memicu mahasiswi mengalami pelecehan seksual. Ia berharap hukum ini sanggup membantu melindungi para mahasiswi semoga tidak terjadi kejadian yang merugikan menyerupai pelecehan seksual dan lainnya.

"Apakah para murid perempuan tiba ke sini untuk mencar ilmu atau membangkitkan nafsu laki-laki? Saya melaksanakan ini untuk melindungi mereka, mereka semua menyerupai belum dewasa saya sendiri," katanya lagi.

Peraturan yang ditegakkan di Egypt's Alexandria University itu kemudian menjadi viral. Banyak yang menyebut larangan itu menjadi suatu kemunduran.

"Ada banyak problem di universitas-universitas Mesir dan Anda hanya mengambil tindakan terhadap pemakaian celana jeans robek dan program lamaran? Pelecehan terjadi tidak ada hubungannya dengan apa yang perempuan kenakan," tulis pengguna Twitter @anycity.

"Wanita mengenakan rok pendek dan baju ketat sudah semenjak 1970-an dan kami tidak pernah mendengar perkara pelecehan alasannya yaitu itu. Hari ini bahkan perempuan yang serba tertutup pun pernah mengalami pelecehan. Ini tidak ada hubungannya dengan pakaian wanita, ini semua ihwal bagaimana laki-laki itu sendiri," ujar pengguna lainnya.

"Saya benar-benar menentang jenis larangan apa pun di universitas, entah itu niqab atau jeans robek. Selama orang yang memakainya tidak melaksanakan sesuatu yang tak sopan kepada orang lain, itu urusan pribadi," komentar Mohammed Elsheikh di Facebook.

Sementara itu, beberapa orang mendukung hukum tersebut.

"Jangan sebut saya regresif atau melawan kebebasan pribadi, tapi setiap saya melihat perempuan maupun laki-laki mengenakan jeans robek itu tidak nyaman," ujar salah satu pengguna Twitter berjulukan @FarahElbaghdadi.

"Bagaimana orangtua Arab mengizinkan anak perempuan mereka pergi ke universitas dengan pakaian itu," komentar penggunaFacebook bernamaZeinaHammad.

Sumber detik.com
loading...

Related : Universitas Mesir Jadi Kontroversi karena Larang Mahasiswi Pakai Jeans Robek