Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Produksi Masih 90% Impor Jadi Tantangan Elzatta Bangun Brand Hijab Global

Produksi Masih 90% Impor Kaprikornus Tantangan Elzatta Bangun Brand Hijab Global Foto: Intan Kemalasari/Wolipop

Jakarta -Nama Elzatta mungkin sudah tak aneh lagi di pendengaran masyarakat Indonesia. Brand hijab ini bisa dibilang cukup berkembang pesat seiring banyaknya konsumen yang menggunakan produk mereka. Meski mempunyai perluasan bisnis fashion hijab yang maju, Elzatta masih mempunyai tantangan tersendiri.

Bagi pendiri merk hijab Elzatta, Elidawati, dirinya masih mempunyai kesulitan untuk menjadi global merk yang berpengaruh dan menjadi merk pujian Indonesia. Hal itu disebabkan lantaran produksi hijab dan scarfnya masih sangat mengandalkan produk luar.
Produksi Masih 90% Impor Kaprikornus Tantangan Elzatta Bangun Brand Hijab GlobalPendiri merk hijab Elzatta, Elidawati. Foto: Niken Widya Yunita

Berdiri pada 2012, produksi Elzatta didukung 100 persen oleh materi impor. Ya, untuk produksi scarf, Elzatta mengimpor dari Turki dan China. Namun sekarang sudah 10 persen produknya menyerupai printing diambil dari produksi lokal.

"Kesana kemari kami cari pabrik di Indonesia, mana yang bisa produksi scarf. Dua tahun ini kami terus menggali lokal dan di tahun 2017 ini sudah kurang lebih 10 persen donasi lokal, kualitasnya baik dan harganya bisa bersaing. Tapi ini penuh usaha lantaran memang mereka nggak fokus di produsen scarf," tutur Elidawati pada program Indonesia International Halal Lifestyle di Balai kartini, Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017)

Menurut Elidawati, untuk bisa menjadi global merk harus berpengaruh disegala sektor mulai dari kualitas produk, branding dan promosi, sampai harga yang bisa bersaing. Dan itu bisa tercapai dengan dukungan-dukungan dari pengusaha lokal.

"Kalau membrandingkan saja berpengaruh tapi dari sisi kualitas produknya nggak, ya nggak akan jadi kuat. Tapi jikalau dari kualitasnya anggun dan harga tidak bersaing, maka tidak akan berpengaruh juga. Harga bersaing dan kualitas berpengaruh ini harus disupport disisi hulunya oleh pengusaha yang bergerak di bidang printing, gerainya, yang melahirkan koleksi-koleksi untuk scarf," terperinci Elidawati.

"Inilah yang jadi fokus kami, dan aku targetin di tahun depan 25 persen produksinya harus dari lokal, dan itu jikalau kita taruh di toko diminati juga. Produk-produk yang kami develop dari lokal ini tidak kalah dari luar," tambahnya.

Aga menjadi merk fashion hijab pujian Indonesia, Elzatta juga mengharapkan pertolongan pemerintah. Elidawati pun oke dengan peraturan pemerintah yang menerapkan biaya bahan-bahan import harus lebih mahal, sehingga mendorong pengusaha lokal untuk kreatif dan tumbuh.

"Mungkin ada denah pembiayaan, denah dalam pembayaran peminjaman modal kerja, dan ada keberpihakan jikalau nggak nanti kita nggak tau deh cuma mimpi doang buka toko di London dan Paris," pungkas Elidawati.
Sumber detik.com
loading...

Related : Produksi Masih 90% Impor Jadi Tantangan Elzatta Bangun Brand Hijab Global