Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Menkominfo: Data Registrasi SIM Card Tak Laku Dijual

Ilustrasi. Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor IIIlustrasi. Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II

Jakarta - Pemerintah menjamin kerahasiaan data pelanggan ketika melaksanakan registrasi SIM Card. Diklaim tidak akan bocor dan juga tidak akan laku kalaupun diperjualbelikan.

Memperkuat pernyataan tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan ia telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Kominfo wacana pertolongan data langsung pada final 2016 kemarin.

"Saya sudah mengeluarkan Peraturan Menteri wacana data langsung final 2016. Jadi, sudah diproteksi," ujar Menkominfo di Kementerian Perhubungan, Jakarta, kemarin.

Rudiantara juga menepis gosip bahwa registrasi pelanggan seluler prabayar ini nanti akan diperjualbelikan kepada pihak-pihak lain yang memanfaatkan data masyarakat.

"Apa yang laku dari NIK dan KK dijualbelikan. Database laku itu bila ada informasi tahu rumahnya di mana, alamat di mana, keluarganya siapa. Sudah dipastikan tidak akan terjadi alasannya sudah dilindungi. Ada Peraturan Menteri wacana data pribadi, mengacu itu saja," tegasnya.

Saksikan video 20detik wacana SIM Card prabayar di sini:

[Gambas:Video 20detik]

Pada kesempatan ini juga, Rudiantara menghimbau supaya masyarakat jangan terjebak dengan informasi yang ketika melaksanakan registrasi prabayar harus menyertakan nama ibu kandung. Menurutnya, nomor pelanggan hanya divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) saja.

"Cuma dua, NIK dan KK. Gini, awalnya pemikirannya tuh KK atau nama ibu kandung cuma setelah kami lihat lagi dan konsultasi, nama ibu kandung itu jangan alasannya bila ada apa-apa itu yang paling final ditanya. Jadi, kita juga menjaga kenyamanan dari masyarakat," ucap Chief RA.

Ada dua cara melaksanakan registrasi prabayar bagi pelanggan lama dan gres ini. Masyarakat mampu melakukannya sendiri dengan cara mengirim SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#. Sedangkan untuk pelanggan lama dengan format ULANG#NIK#NomorKK#.

Selain itu, pelanggan dapat melaksanakan registrasi dengan mendatangi gerai masing-masing operator seluler. Persyaratannya sama, menyertakan informasi NIK dan KK, tidak perlu mengungkapkan nama ibu kandung yang dinilai riskan untuk dibeberkan.

Proses registrasi pelanggan seluler prabayar ini akan berlaku pada 31 Oktober 2017 dan paling lambat pada 28 Februari 2018. Keberhasilan registrasi SIM Card ini harus sesuai dengan NIK yang tertera di KTP elektronik (e-KTP) dan KK supaya proses validasi ke database Ditjen Dukcapil.

Sumber detik.com
loading...

Related : Menkominfo: Data Registrasi SIM Card Tak Laku Dijual