Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Hijabers Ini Jadi Kontroversi Karena Promosikan Poligami di Tanah Arab

Hijabers Ini Kaprikornus Kontroversi Karena Promosikan Poligami di Tanah Arab Foto: Ist.

Arab -Poligami masih terus menjadi polemik di masyarakat. Melihat banyak perempuan yang menjadi korban poligami, psikolog berhijab Zahraa Al Moussawi berusaha menciptakan kegiatan gres untuk membantu istri terima poligami. Kemudian kegiatan ini menjadi perdebatan di media sosial.

Psikolog asal UAE itu meluncurkan sebuah kegiatan gres yang bertujuan membantu perempuan semoga sanggup mendapatkan istri kedua. Zahraa mulai memperkenalkan kegiatan tersebut di sebuah konferensi kesehatan mental yang diadakan di Abu Dhabi.

Program gres ini dikeluarkan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Zahraa sebelumnya. Menurut studi Zahraa, suami boleh berpoligami dalam Islam dan telah dilakukan banyak laki-laki Arab.

Meski telah banyak dilakukan di Tanah Arab, Zahraa melihat reaksi istri cenderung negatif dikala suami berpoligami. Banyak perempuan yang menjadi istri pertama tidak sanggup mendapatkan poligami dalam ijab kabul mereka. Reaksi istri pertama berdasarkan Zahraa sangat menyerupai mirip seorang anak yang lalu menjadi kakak.

"Istri pertama sering cemburu, marah, gelisah, dan depresi, dikala suami poligami," ujar Zahraa berdasarkan studi yang telah dilakukannya.

Dengan tujuan memberdayakan perempuan, Zahraa ingin membantu perasaan perempuan semoga merasa lebih baik dikala suami berpoligami. Ia menciptakan kegiatan yang sanggup membantu istri pertama sanggup menjalani hidup lebih baik dikala suami punya istri muda.

Program tersebut dibagi menjadi lima sesi konseling mulai dari memahami alasan laki-laki untuk poligami, menumbuhkan rasa percaya diri, menghilangkan perasaan menyalahkan diri sendiri, mendapatkan dukungan, sampai mengatasi komentar negatif orang lain.

Program ini lalu menjadi kontroversi, ada yang pro dan kontra. Beberapa orang oke dengan kegiatan tersebut namun lainnya menyampaikan tidak terima.

"Program ini realistis, objektif, dan penting. Ini ialah tugas dari penelitian ilmiah untuk melihat persoalan dalam kehidupan kita dan mencoba menyelesaikannya," ujar pengguna Twitter dengan akun @dr_assma.

"Ini ialah hal yang diharapkan wanita. Ini menyerupai melangkah mundur padahal kita sudah melangkah lebih maju," kata @JusticeWF.

"Kekuatan perempuan memang yang terbaik," kicau @myraabdallah.

Sementara pengguna lain yang tak oke turut berkicau mengomentari kegiatan gres Zahraa.

"Kenapa tidak ada kegiatan untuk melatih laki-laki semoga merasa puas hanya dengan satu istri?" tanya akun @emaratalyoum.

"Poligami dalam Islam hanya diperbolehkan kalau kondisinya 'memberatkan'," tulis pengguna Twitter lainnya.

Dilansir dari Step Feed, Islam pertama kali mengizinkan poligami untuk kepentingan janda dan anak yatim yang tidak mempunyai sarana untuk bertahan hidup. Suami boleh berpoligami kalau situasinya 'berat'. Suami juga boleh berpoligami kalau mereka sanggup bersikap adil.
Sumber detik.com
loading...

Related : Hijabers Ini Jadi Kontroversi Karena Promosikan Poligami di Tanah Arab