Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Aturan Diketuk, Transportasi Online Tak Lagi Ilegal

Ilustrasi (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)Ilustrasi (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)

Jakarta - Para penyedia layanan transportasi online berharap revisi Permen Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 mampu menghilangkan sebutan ilegal.

Penyebutan ilegal tersebut memang dikeluhkan sejumlah penyedia layanan transportasi online. Hal itu pula salah satunya yang memicu insiden razia oleh transportasi konvensional.

"Nomor satu itu yang penting ada payung hukumnya. Jadi, buat kita, enggak ada lagi yang ngomong ini ilegal, enggak lagi razia di daerah," ujar Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma ditemui di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Revisi Permen Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 perihal Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek atau disebut taksi online ini akan diberlakukan pada 1 November 2017.

Ada sembilan poin yang ditekankan dalam aturan tersebut, mulai dari Argometer, Tarif, Wilayah Operasi, Kuota/Perencanaan Kebutuhan, Persyaratan Minimal Lima Kendaraan, Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor Domisili Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT), dan Peran Aplikator.

"Saat Permen dikeluarkan 1 November nanti, kita memohon semua pihak untuk mampu menahan diri, menjaga situasi biar tetap kondusif," sebut Tri.

Dalam hal ini, Grab mengklaim bahwa aplikasinya telah didaftarkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika, begitu juga urusan bayar pajak.

"Jangan ada lagi yang ngomong ini (transportasi online) ilegal, razia, enggak. Ini yang paling penting dasar hukumnya ada. Jadi, perizinan sambil berjalan alasannya kita dikasih waktu untuk menyesuaikan. Itu penting banget di tempat alasannya di bawah ada bertempur, itu kan enggak baik," tuturnya.

Saksikan video 9 Poin Aturan Taksi Online yang Direvisi Pemerintah:

[Gambas:Video 20detik]

Tonton juga video lainnya di 20detik!

Sumber detik.com
loading...

Related : Aturan Diketuk, Transportasi Online Tak Lagi Ilegal