Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Cerita 3 Hijabers Band Metal Garut Setelah Viral Disorot Media Asing

Cerita 3 Hijabers Band Metal Garut Setelah Viral & Disorot Media Asing Foto: Dok. Arina Yulistara/Wolipop

Jakarta -Masih ingat dengan Voice of Baceprot (VoB)? Band metal yang semua personelnya berhijab itu tak hanya menjadi viral di Indonesia tapi juga menerima sorotan dari media asing. Media besar ibarat Reuters, The New York Times, hingga The Guardian pernah menyorot grup band asal Garut itu.

Tiga sampaumur berhijab personel VoB yakni Firda Kurnia, Widi Rahmawati, dan Euis Siti Aisyah, bercerita kepada Wolipop mengenai hal tersebut. Firda, sebagai vokalis dan pemain gitar, menuturkan bahwa ia dan kedua sahabatnya tidak menyangka sanggup menjadi sorotan.
Voice of Baceprot (VoB). Voice of Baceprot (VoB). Foto: Dok. VoB

Firda mengakui jika awalnya media umum yang membesarkan nama VoB. Setelah VoB dikenal lewat penyebaran media umum ibarat Instagram, YouTube, Facebook, dan Twitter, sejumlah media gila mulai menghubungi mereka. Ia pun bercerita jika para media gila lebih tertarik dengan korelasi antara hijab serta fatwa musik metal.

"Mungkin sesudah booming di Indonesia ketawan sama media luar negeri, ada yang hingga eksklusif tiba bikin film dokumenter atau kirim kontri juga ada. Media gila yang pertama hubungi itu Reuters. Media-media lainnya lebih banyak bertanua soal sejarah terbentuk VoB, antara hijab dan musik metal juga," ujar Firda ketika ditemui di Lucy in The Sky, SCBD, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).

Baca juga: Mengenal Sosok di Balik VoB, Band Metal Berhijab Asal Garut yang Viral
Voice of Baceprot (VoB). Voice of Baceprot (VoB). Foto: Facebook

Setelah lalu viral, para siswi Sekolah Menengah kejuruan Insan Mandiri, Garut, itu mengaku bahagia dan bangga. Firda juga menyampaikan jika hal ini sanggup membantu mereka meyakinkan serta membanggakan orangtua.

Berbicara soal orangtua, Euis menambahkan jika sebetulnya orangtua sempat melarang mereka membentuk grup band beraliran metal. Musik metal masih dikaitkan dengan sesuatu yang negatif di mata orangtua ketiga hijabers cilik tersebut.

"Masih serasa mimpi sih kita hingga populer kayak gini, se-booming ini. Kita dikenal di luar negeri juga jadi sanggup banggain orangtua. Mungkin orangtua juga kini percaya. Kalau dulu mereka melarang itu mungkin alasannya yakni ketidaktahuan. Musik metal identik dengan hal negatif, alasannya yakni kini sudah dikenal orang banyak, tahu acara kita ibarat ini jadi mereka ngerti dan mulai kasih support," kata Euis.
Voice of Baceprot (VoB). Voice of Baceprot (VoB). Foto: Dok. VoB

Kini dalam satu bulan, grup band metal yang terbentuk semenjak 2014 itu, sanggup mendapatkan ajuan 'manggung' lebih dari sepuluh kali. Tawaran menyanyi tidak hanya tiba dari daerah Garut tapi juga Bandung, Kuningan, Cianjur, dan Jakarta.

Firda mengaku bersyukur dengan kesuksesan yang mereka raih sekarang. Selain sanggup memiliki penghasilan sendiri, ketiganya telah bertemu dengan orang-orang mahir di industri musik Tanah Air ibarat Erwin Gutawa hingga Slank. Belum lagi ketika mereka diminta menjadi pembicara yang menjadi pengalaman mengesankan bagi ketiganya.
Voice of Baceprot (VoB). Voice of Baceprot (VoB). Foto: Dok. VoB

Di final perbincangan, ketiga gadis sampaumur itu berharap sanggup meluncurkan album tahun ini. Mereka sudah memiliki lima single dan akan menambahkannya lagi untuk sanggup merilis album.

"Progres album sudah 50 persen. Sekarang sudah lima lagu, rencana ada delapan hingga sembilan lagu dalam satu album. Tahun ini insya Tuhan targetnya album selesai," tutup Firda.




Sumber detik.com
loading...

Related : Cerita 3 Hijabers Band Metal Garut Setelah Viral Disorot Media Asing