Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Pamer Hijab di Italia, Desainer Indonesia Berpotensi Raup 1 Juta Euro

Pamer Hijab di Italia, Desainer Indonesia Berpotensi Raup 1 Juta Euro Foto: Dok. KBRI Roma

Jakarta -Banyak desainer hijab Indonesia yang meningkatkan eksistensi mereka dengan mengikuti pagelaran fashion dunia. Kali ini, Torino Fashion Week menjadi ajang unjuk gigi beberapa desainer busana muslim Tanah Air. Terdapat lima perancang yang mengikuti pekan mode internasional tersebut ibarat Dian Pelangi, Jeny Tjahyawati, Nina Nugroho, Novia Sari, serta Windri Dhari.

Bekerjasama dengan Islamic Fashion and Design Council, Torino Fashion Week menyajikan fashion show modest wear selama tiga hari mulai dari 1 sampai 3 Juli 2017. Selama tiga hari itu, satu per satu desainer busana muslim Indonesia menampilkan karya terbaik mereka di Torino Fashion Week, Turin, Italia.
Pamer Hijab di Italia, Desainer Indonesia Berpotensi Raup 1 Juta EuroFoto: Dok. KBRI Roma

Penampilan mereka di panggung pekan mode Italia rupanya menyita perhatian. Beberapa desainer berhasil menyabet penghargaan. Tidak hanya itu saja, salah satu desainer Indonesia juga memperoleh potensi transaksi sampai lebih dari satu juta Euro menurut press release resmi KBRI Roma yang diterima Wolipop melalui email.

Hal tersebut diakui oleh desainer Windri Dhari yang merupakan pemilik label NurZahra. Ia mengaku mendapatkan potensi transaksi sampai lebih dari satu juta Euro. Menurut Windri, banyak pelaku mode dari Italia dan negara lainnya bahagia dengan koleksi scarf miliknya.

"Produk yang paling banyak diminati oleh para calon pembeli yaitu selendang (scarf) dan kerjasama perancangan busana muslim. Desain Nur Zahra diminati oleh kawan dari banyak sekali negara ibarat Italia, Malaysia, dan Afrika Selatan," ujar Windri dalam siaran pers tersebut.
Pamer Hijab di Italia, Desainer Indonesia Berpotensi Raup 1 Juta EuroFoto: Dok. KBRI Roma

Bukan hanya itu, salah satu perancang mode Italia, Fernanda, juga dikabarkan tertarik berafiliasi dengan Windri. Atase Perdagangan KBRI Roma Sumber Sinabutar yang turut hadir di Torino Fashion Week juga memuji koleksi dari Windri. Ia menyampaikan bahwa kombinasi motif batik dalam rancangan ready-to-wear yang ikonik menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta fashion Italia.

"Hal ini menjadi suatu keunikan tersendiri dan memikat para importir produk tekstil yang hadir pada kesempatan tersebut. Kami juga secara eksklusif mendukung partisipasi rumah mode NurZahra, yang koleksinya pernah pula ditampilkan dalam majalah mode bergengsi Vogue Italia," ujar Sumber.
Pamer Hijab di Italia, Desainer Indonesia Berpotensi Raup 1 Juta EuroFoto: Dok. KBRI Roma

Windri tak hanya berpotensi meraup untung besar tapi juga mendapatkan penghargaan khusus dari AAB Fashion dan Debenhams. Selain Windri, desainer lain yang juga menerima penghargaan yaitu Dian Pelangi dan Jeny Tjahyawati.

Dian Pelangi memperoleh honorary award dari LVMH, kelompok perusahaan multinasional dari Perancis yang menaungi Gucci sampai Louis Vuitton. Sementara Jeny Tjahyawati mendapatkan penghargaan LUXURY Awards, dianggap juri mempunyai desain terbaik.

Penghargaan tersebut rupanya membuka peluang baik untuk Jeny Tjahyawati. "Berkat kemenangan ini, saya memperoleh kesempatan untuk mewakili Indonesia pada Paris Fashion Week mendatang," ujar Jeny ketika kunjungan ke Milan pada Rabu (5/7/2017) waktu setempat.

Melihat para desainer Indonesia menerima penghargaan dari ajang Torino Fashion Week, Sumber berharap di tahun-tahun mendatang industri fashion Indonesia sanggup semakin diakui secara global.

"KBRI Roma memandang partisipasi pada Torino Fashion Week kali ini berperan signifikan dalam upaya promosi dan peningkatan ekspor produk tekstil Indonesia ke Italia. Diharapkan, pada tahun mendatang, busana dan tekstil Indonesia sanggup semakin diakui, baik di Italia sebagai salah satu sentra mode dunia, maupun secara global," paparnya.
Sumber detik.com
loading...

Related : Pamer Hijab di Italia, Desainer Indonesia Berpotensi Raup 1 Juta Euro