Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Kata Kata Mutiara Kesepian dan Kesedihan

Kata Galau Sedih Kesepian. nah yang namanya hidup itu pasti kita mencicipi masa dimana kita senang dan masa dimana kita sedih dan susah. dimasa sedih inilah terkadang hidup menjadi tanpa arti, hal yang memicu kesedihan yang begitu mendalam ialah masih sayang dengan mantan atau sulit menemukan kekasih yang baru, dan tak jauh dari itu semua rasa Kesepian pun muncul untuk melengkapi status kita yang masih sendiri.



Kata Kata Galau Sedih Kesepian - tak jauh beda dengan sebelumnya hal-hal tersebutlah yang memancing bingung itu muncul, dan kau semua pasti tau kan rasanya bingung itu menyerupai apa? sangat tidak mengenakan sekali, gundah dan marah pasti akan menghiasi hari-harimu. tetapi kau semua jangan sedih bila selalu kesepian alasannya tak mempunyai pasangan, diluar sana banyak kok yang masih mempunyai pasangan tetapi jauh lebih sedih dari kamu. maka dari itu hendaknya kau bersyukur wacana keadaanmu sekarang, dan terus berusaha untuk mencari pengobat hati yang luka ini.

Kata Kata Mutiara Kesepian dan Kesedihan
Kata Kata Mutiara Kesepian dan Kesedihan

Nah, buat sahabat semua yang masih larut didalam kesedihan masa lalu ? dan ingin Move On dari itu semua ? berikut akan admin berikan Kata Kata Cinta Kesepian dan Kesedihan :

Tinjuku biru lebam, berkali-kali dinding rindu kuhantam. Darahku berdesir, berkejaran, asmara ini tak tertahankan

Jiwaku menghening,tak ada tangan yang memapah,tak ada bahu tuk kurangkul,semenjak sendiri jd sunyi;tentangku menjadi sepi

Seharusnya kita sudah harus mengenal luka, sebelum kau memikirkan jatuh cinta, semoga airmata dapat lebih dewasa.

Bila rindu bagimu hanya sekadar sebaris ucap,dan kita telah menjadi saya dan kamu,biarlah kisah ini kupenggal dlm jarak spasi

Hening selalu datang untuk melayat kesedihanku, berhias gugur kamboja riwayat cinta dikuburkan dengan haru.

Biasanya ada pelangi setelah gerimis, namun dalam kisah cinta yang kuselami tak ada bahagia setelah tangis.

Waktu terasa cepat berlalu, namun saya masih tertinggal di sini, dijaring rindu yang dingin.

Kasih; sedalam apapun airmata kujatuhkan, kepedihan tak akan mengembalikan pelukan yang telah kau niatkan.

Bahkan saya tak mampu membencimu, ketika kau nyalakan tungku luka, dan saya melebur menjadi bubuk pembakarannya

Jika tak sengaja kita saling menyakiti, kita tak lupa akan ikrar di senja pertama untuk mampu sama bertahan

Tiada lagi yang lebih kusesali dari kepergian ini, selain bahwa sebuah pelukan tak akan pernah kita rasakan, lagi

Dan tatapanmu seakan lupa pada sebuah nama, penantian yang kunamakan setia, hanya kau anggap sebuah dongeng lama.

Senja tlah berlalu, malam menjemput haru, sendiriku di kelilingi gemercik angin bertalu, kecewa rindu tak menemukan temu.

Di gerbang senja kau sempat menyemai kasih. Kini ia tumbuh berdaun cinta, berbunga asmara. Sedang engkau entah dimana.

Sependar terik menjadi manja ketika sayup semu merah waktu meramu senyummu.

Kau jauh disana, mencintaimu pun menyerupai sepasang mata buta, hanya dapat menduga melalui bunyi dan dirasa oleh debar dada.

Saat kumasuki hatimu, kutemukan banyak nama tertulis di dindingnya. Dengan perlahan satu persatu kulepaskan

Merindukanmu, saya bagai kembara dalam hempasan badai, mencari arah memeluk mimpi tentangmu hingga derunya usai.

Sepi ini, siapa yang mau peduli selain diriku sendiri, menimati kelam yang membisu diam merangkul sunyi.

Kutanya pada pelangi. Adakah kau sisakan manik-manik embun yg mampu kujalin menjadi untaian kalung bahagiaku. Hanya untuk saya

Kau bulan saya mendung, sebagai kekasih saya bimbang dikala remangmu dinikmati banyak orang.

Tuhan, bab puisi ini ialah doa yang belum kuselesaikan, dapatkah Kau kabulkan kalau ia keinginan setengah jalan.

Ya Robbi, kalau #rindu ialah rasa sakit yang tak menemukan muaranya, jadikan kematianku sebagai muara pertemuanku dengan-Mu.

Oleh rindu saya ditempa, oleh cinta saya dibesarkan. Kerinduan yang dalam kupelihara dengan sepenuh-penuhnya kecintaan

Sepasang hati melekatkan rindu. Di pelukanmu, perlahan hujan jatuh lalu biru.

Di ujung #senja yang merona, kisah lalu menggores pilu, kenangan menoreh dalam tulisan, terbata kata dalam kulisankan.

Kopi ini terlalu pait, andai engkau tau rasanya jadi senja sesekali, dan mengerti apa rasanya menanti.

Gerimis #senja ini, membawaku pada mimpi tentangmu, dan disetiap perciknya melahirkan bulir-bulir rindu; tentangmu.

ada yang menanam hujan di kepala, lalu waktu menumbuhkan genangan dan buah-buah kesedihan mulai terjatuh dari mata..

Kekasih? Jika kutahu cintamu semu, hanya menuai pilu, mungkin aib air mataku sibuk mencarimu.

Rama-rama bersayap madah hinggap lalu menetap di dada. Kelak, ia melahirkan cinta pada purnama ketiga..

kau akan selalu ada di setiap arahku. siapapun dan dari arah mana pun mereka, saya ada di setiap arahmu --menjagamu..

Jemari menari, kanvas berlari, terangkai kata menjadi suri; ialah kenangan yang mengejar menjadi puisi.

Jika cinta itu sistematis,pada angka berapakah ia pas? Jika rasa dapat terdefinisi, pada kata apa ia dapat terdeskripsi ?

Dari getar huruf yang kau baca seharusnya mampu kau rasa cintaku sedalam apa dan rinduku sejauh mana

Merindukanmu menyerupai rasa yang tersesat di dalam dada, lalu terjebak di ruang ruang hampa.

Apakah cinta jadi lebih mulia dgn setia? | Ya | Apakah cinta jadi terpuruk alasannya hianat? | Tidak. Cinta ditakdirkan perkasa

Jangan menitipkan keinginan pada hati yang keberatan, buat beliau ialah sebuah beban dan buat kau ialah sebuah kemubaziran

Rindu tlah membius separuh logikaku. Memeluk, merasuk, tanpa malu-malu. Dalam sujudku, saya memohon rindu bermetamorfosis kamu.

Kenangan ialah sebaik-baik hadiah bagi kita yang telah ditinggalkan.

Pada hembusan nafas yang terlepas, terselip lirih namamu lugas terkemas, pada rinduku yang berteriak keras

Mencintaimu ialah anugerah: perjalanan hingga suatu entah..

Rindu itu aku, serupa ilalang pada savananya. Terdiam, hening dalam jatuhan hujan tak berpayung.

Kadang mampu memilih, kadang mendapatkan dipilih. Keduanya masih lebih baik ketimbang tak kuasa memilih dan tak ada yang memilih

Rindu membelukar, jarak mengakar, dan kita terkapar..

ketenangan ada di hati, tak kau dapati kalau tak kau cari dan mencoba berdamai dengan diri.

Kutitipkan butiran cinta terpelihara pada rongga udara, kubisikkan nada rindu tercipta pada senja merona

Awalnya; cinta butuh alasan, lalu benihnya tumbuh berkembang menjadi kasih sayang hingga alasan mencintai hingga terlupakan

Selangit rindu membiru, segugus awan rawan, sepi dalam mimpi, mimpi diganggu sepi, nyatanya kau telah pergi.

Jika dijelaskan dengan kata-kata tidak juga beliau pahami maka kau mampu membisu hingga beliau mengerti bahwa hatimu tidak nyaman

Ijinkan saya meramu mimpimu malam ini pujangga,agar dikala kau terbangun, saya mampu jadi alasan sebuah bingkaian senyum diwajahmu

Hujan terkapar pada jalan penuh genang dan lubang --tempat bersemayam rindu para petualang..

Kepadamu hening, haruskah ku Tuhankan sabar, ku Nabikan tabah? Sementara saya lelaki petarung, yang jengah di keparati.

Hujan kekal di pelukanmu, entah apa yang kau rapal dengan syahdu. saya dan gigilku sedang berjibaku di sela kekal pelukanmu..

Awalnya; cinta butuh alasan, lalu benihnya tumbuh berkembang menjadi kasih sayang hingga alasan mencintai hingga terlupakan

Sunyi menghentikan angan, melipatnya dalam suram, hening mengunci aksaraku, bisu pena tinggalkan kanvas; hampa.

Hatimu, rumahku, dimana rindu nyaman berdiam rahasia dimana cinta tak hadirkan banyak tanya

Gelap hadirkan senyap, habislah semua terang dilahap. Seperti mata rindu, bintang mengerjap

Rindu makin menyergap dikala hari beranjak gelap ketika suara-suara tak sebising tadi siang

Kelak, ketika tatap pandang matamu serupa belati, kekasih, rinduku seketika mati abadi dalam hati, dan perih.

Tuhan, kalau tlah kau ciptakan cinta,maka ciptakanlah rindu,agar kutetap pada simpuhMu,dalam doa yang kulantunkan untuk beliau

Sepasang hati tersasar dalam gusar-gusar tak tertakar, dan cinta jadinya menemukan jalan keluar..

Dengan cinta saya tiada, tanpa rindu saya binasa, begitulah seterusnya, tanpa pernah bertanya kapan terakhir berjumpa.

Aku tak memiliki tanda;kecuali huruf-huruf cinta, yang barangkali tlah tertubir dengan sederhana, untuk kau eja dan kau baca

Inilah hujan, (hampir) selalu membawa kumpulan dongeng kesedihan dari hutan yang ditumbangkan..

Aku tak perlu menghujam cinta, tak perlu menajamkan kata, biar segalanya sederhana, dalam kemuliaan cinta yang setia.

Ada yang singgah lalu menetap dalam ruang rindu; semestamu.

cinta barangkali hujan yang lupa jalan pulang, menemani jalan lengang dilindas arus lalu-lalang..

Demikian informasi terbaru seputar Kata Kata Bijak Kesepian dan Kesedihan Hati, semoga artikel diatas dapat bermanfaat buat anda sekalian. jadikan kata-kata mutiara cantik diatas untuk pengobat hati yang sedang sedih dan luka. serta jangan lewatkan juga artikel menarik lainnya mengenai :
loading...

Related : Kata Kata Mutiara Kesepian dan Kesedihan