Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Ternyata Zina Adalah Hutang


- Berzina ialah salah satu perbuatan yang dilarang keras oleh Tuhan SWT dan sudah seharusnya dihindari. Bahkan mendekatinya saja sudah sangat terlarang untuk dilakukan. Perbuatan ini merupakan salah satu cara setan untuk menjerumuskan umat insan ke dalam api neraka. 

Tuhan SWT akan memperlihatkan hukuman yang sangat berat bagi para pelaku zina ketika masih hidup di dunia, terlebih di darul abadi kelak. Selain itu, perbuatan zina tidak hanya akan membahayakan pelakunya, namun juga keluarga dan masyarakat disekitarnya. 

Bahkan kelak keturunan para pezina juga akan dizinai pula ibarat halnya yang mereka lakukan terdahulu. Sebab zina ialah hutang, sehingga para pelakunya harus membayar hutang tersebut baik dengan dirinya sendiri maupun anak keturunannya. 

Hal ini sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh imam Syafi'i bahwa zina ialah hutang yang harus dibayarkan. Berawal dari seseorang yang datang dan bertanya kepada Imam Syafi'i, "Mengapa hukuman bagi para pezina sedemikian beratnya?"

Maka wajah Imam Syafi'i pun memerah, pipinya merona delima. Lalu dia berkata, "Karena zina ialah dosa yang bala' (besar resikonya). Akibatnya akan mengenai keluarganya, tetangganya, keturunanya sampai tikus dirumahnya dan semut di liang sekitar rumahnya."

Orang itu kembali bertanya, "Mengapa pelaksanaan hukumannya dengan itu ? Sebagaimana Tuhan SWT berfirman, " Dan janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama.”

Maka Imam Syafi'i pun terdiam, ia menunduk lalu menangis. Setelah tangisnya berhenti, dia berkata, "Sebab zina seringkali datang dari cinta dan cinta selalu membuat seseorang menjadi iba. Kemudian setan datang untuk membuat kita lebih mengasihi insan daripada mencintai-Nya."

Lalu orang itu bertanya kembali, " Dan mengapa Tuhan SWT berfirman, "Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka (pezina) disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman ? Bukankah hukuman bagi pembunuh, orang murtad dan pencuri, Tuhan SWT tidak mensyaratkan menjadikannya tontonan?"

Seketika janggut imam Syafi'i basah, ia terguncang. Lalu dia berkata, "Agar menjadi pelajaran." Ucapnya sambil terisak.

"Agar menjadi pelajaran." Beliau tersedu.

"Agar menjadi pelajaran." Beliau kembali terisak.

Kemudian ia bangun dari duduknya dan matanya kembali menyala, ia kembali bersemangat dan berkata, "Sebab ketahuilah oleh kalian bahwa bahu-membahu zina ialah hutang. Dan sungguh hutang tetaplah hutang. Salah seorang dalam nasab/keturunan pelakunya pasti harus membayarnya."

Sebab zina ialah hutang, maka taruhannya ialah keluarganya. Oleh karena itu jauhilah zina biar keluarga terselamatkan. 

(Sumber, Kitab Imannul Taqwa halaman 15)

Dalil larangan berzina

Dalam surah An-Nur ayat 30-31, Tuhan SWT berfirman bahwa, 

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu ialah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Tuhan Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakana kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami, ayah, ayah suami, putra-putra dari saudara laki-laki, putra-putra dari saudari perempuan, wanita-wanita muslimah, budak-budak yang mereka miliki, pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai impian (kepada wanita) atau belum dewasa yang belum mengerti perihal aurat wanita. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya biar diketahui pemanis yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kau sekalian kepada Allah, wahai orang-orang beriman, biar kau beruntung.”

Kemudian dalam surah lainnya, Tuhan SWT telah memperingatkan bahwa, 
"Dan janganlah kau mendekati zina, bahu-membahu zina itu ialah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 

Lalu Rasulullah SAW bersabda bahwa, 
“Di antara tanda-tanda final zaman ialah kebodohan menjadi dominan, ilmu berkurang, zina dilakukan terang-terangan dan minum-minuman keras (seolah-olah ia minuman biasa).” (HR. Bukhari)

Selanjutnya Imam Syafi'i pun berkata bahwa zina ialah hutang. Tidak akan pernah terbayar oleh seorang pria yang berzina jikalau istrinya, ibunya dan saudara perempuannya belum dizinai lelaki lain walaupun dari lubang pintu (dalam rumahnya) sekalipun.

Oleh karena itulah, Tuhan SWT sangat membenci hamba-Nya yang melaksanakan zina. Sebab perbuatan ini mencerminkan hilangnya budbahasa terpuji, menyebabkan lemahnya kepercayaan dan ketakwaannya, dan akan mematikan cahaya di hati." 

Dengan demikian, janganlah sekalipun mencoba mendekati zina. Sebab terlalu banyak keburukan yang akan diterima bagi para pelakunya, bukan hanya di dunia namun juga di darul abadi kelak. 


sumber : palingyunik.com

Sumber https://social-trenz.blogspot.com
loading...

Related : Ternyata Zina Adalah Hutang