Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Kisah Mualaf Shariffa Carlos : Agen Misi Untuk Menghancurkan Islam Yang Takluk Pada Kebenaran Sebarkan Informasi Ini, Semoga Menjadi Amal Sholeh Kita!


- Ini yakni dongeng hidupku. Aku memunyai rencana, organisasi yang mengirimku juga memunyai rencana dan Tuhan merupakan sebaik-baik pembuat rencana. Saat remaja, saya sudah tertarik dengan kelompok yang berisi orang-orang yang membenci Islam. Mereka ini lebih banyak didominasi bekerja di departemen pemerintahan negara dengan satu jadwal spesial yakni menghancurkan Islam. Mereka memakai posisinya untuk mensugesti kebijakan negara Amerika terhadap semua yang ada kekerabatan dengan Islam.

Salah satu anggota dari kelompok ini mendekatiku. Dia lihat potensi serta semangatku, kemampuanku bicara di depan umum serta kepedulian untuk menyuarakan hak-hak wanita. Dia menyarankanku untuk mengambil kuliah juruan Jalinan Internasional bab Timur Tengah. Sesudah lulus, beliau menjamin saya segera dapat bekerja di Kedutaan Amerika di Mesir. Lelaki ini ingin saya memakai posisiku untuk mensugesti wanita Mesir biar terjadi Gerakan Wanita Mesir yang menuntut hak-haknya.

Menurutku ini inspirasi yang bagus. Saya lihat sendiri di TV, wanita Mesir dalam kondisi ditindas dan tertindas. Saya ingin menyelamatkan mereka dengan kebebasan menuju sinar kebebasan kurun 20.

Pergi dari niat ini, saya juga mendaftar kuliah serta memulai pendidikanku. Di perkualiahan, saya mencar ilmu Al Quran, hadits, serta sejarah Islam. Saya juga pelajari langkah memakai pengetahuan ini untuk merusak Islam. Saya juga mengasah kemampuanku untuk mengolah kata biar seolah-olah merekalah (para wanita Mesir) yang mengatakannya. Lantaran sungguh, kalimat yaitu senjata yang begitu bernilai. Namun makin saya pelajari Islam, saya makin penasaran. Serta ini cukup membuatku takut. Untuk meredakan rasa takut ini, saya juga mengambil kelas Kekristenan.

Saya pilih kelas yang diajar oleh profesor dengan reputasi rupawan serta memunyai gelar Ph. D. di bab teologi dari Kampus Harvard. Saya terasa ada di tangan orang yang pas. Serta ya... saya memang ada di tangan orang yang pas, namun bukanlah ibarat yang saya pikirkan. Nyatanya profesor ini yaitu penganut Nasrani Unitarian. Dia tak yakin pada keyakinan trinitas terlebih pada ketuhanan Yesus. Sebaliknya, beliau jadi yakin bila Yesus itu yaitu seseorang Nabi.

 ...kata-kata yakni senjata yang sangat berharga. Tapi semakin saya mempelajari Islam, saya semakin penasaran. Dan ini cukup membuatku takut. Untuk meredakan rasa takut ini, saya pun mengambil kelas Kekristenan...

Dia menandakan apa yang diyakininya ini dengan mengambil Bible dari sumbernya dalam bhs Yunani, Hebrew serta Aramaic. Dia juga tunjukkan di mana letak pergantian itu. Tak itu saja, beliau juga tunjukkan bebrapa momen bersejarah yang menimbulkan terjadinya pergantian ini. Waktu perkuliahan selesai, saya tahu keyakinan lamaku sudah rusak. Namun, waktu yang sama saya masihlah belum siap untuk terima Islam.

Saat juga selalu jalan. Saya melanjutkan studi untuk diriku sendiri serta ketika depanku sekitaran 3 th.. Sepanjang bebrapa ketika ini, saya selalu mempertanyakan iman Islam ini pada Muslim yang kutemui. Salah satu Muslim itu yaitu lelaki anggota dari Asosiasi Pelajar Muslim. Alhamdulillah, beliau lihat ketertarikanku pada Islam. Dia juga mengupayakan ketika secara langsung untuk mengajariku Islam. Di setiap peluang yang ada, beliau selalu berdakwah padaku. Semoga Tuhan mengaruniakan pahala padanya.

Sehari, lelaki ini menghubungiku. Dia memberitahuku bila ada sekumpulan Muslim yang datang mengunjungi kota kawasan kami tinggal. Dia ingin saya bertemu dengan mereka. Saya juga sepakat. Kami berjumpa habis Isya di satu ruang yang diisi minimal 20 lelaki di dalamnya. Mereka menyambutku serta mempersilakanku untuk duduk. Di depan, saya bertemu dengan seorang lelaki Pakistan yang berumur cukup lanjut.

Masya Allah, ayah ini benar-benar menguasai bahan Nasrani dengan baik. Kami berdiskusi mengenai beragam hal baik dari Bible serta Alquran hingga Subuh mendekati. Di titik berikut, beliau lakukan suatu hal yang belum pernah dilakukan siapa juga sebelumnya. Dia mengundangku untuk masuk Islam.

Tiga th. saya mencari serta pelajari Islam, belum ada satu juga yang pernah mengundangku untuk masuk Islam. Saya diajari mengenai Islam, berargumen tentangnya bahkan mengejek agama ini namun tak pernah ada terlebih dulu orang yang mengundangku untuk masuk Islam. Makara ketika ayah ini mengundangku, rasa-rasanya ibarat gayung bersambut. Semua tampak masuk akal. Saya tahu bila berikut saatnya. Saya juga tahu bila berikut kebenaran jadi saya mesti membuat ketentuan.

Alhamdulillah, Tuhan buka hatiku hingga saya juga berkata, “Ya, saya ingin jadi Muslim. ”

Waktu itu juga, ayah ini membimbingku mengucap kalimat syahadat baik dalam bhs Inggris ataupun dalam bhs Arab. Saya bersumpah untuk Allah, waktu mengucap syahadat itu ada sensasi ajaib yang kurasakan. Rasa-rasanya beban yang begitu berat serta besar di dada ini terangkat. Saya juga menarik napas panjang seakan gres pertama kali itu saya dapat bernapas.

Alhamdulillah Tuhan memberiku hidup yang baru, bersih, serta peluang untuk masuk jannah. Saya berdoa biar seumur hidupku hingga simpulan kelak saya juga mati dalam keadaan sebagai seorang Muslim. Amin.


sumber : voa-islam.com

Sumber https://social-trenz.blogspot.com
loading...