Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Info Penting! Suka Menunda Mandi Junub? Kamu Akan Menghadapi Bahaya Ini


- Mandi junub ialah mandi yang dilakukan untuk membersihkan diri dari hadas besar, ibarat m3nstru4s1. Apabila m3nstru4s1 telah tanggapan maka seorang wanita diwajibkan untuk mensucikan dirinya. Menunda mandi junub berarti menunda mensucikan diri sehingga ia tidak dapat melaksanakan ibadahnya.

Akan tetapi sangat jarang perempuan menunda untuk mandi junub usai m3ntru4s1. Karena perempuan yang sudah suci mempunyai kewajiban untuk membayar hutang sholat yang mungkin pada dikala keluarnya darah m3nstru4s1, bersamaan juga dengan masuknya waktu sholat. Otomastis ia harus mengganti sholat yang sudah ia tinggalkan dikala bersamaanya darah m3nstru4s1 keluar.

Menunda mandi junub ini sering terjadi pada pasangan suami istri yang telah melaksanakan korelasi 1nt1m. Mereka sering menunda mandi junub alasannya ialah setelah melaksanakan hvbvngan su4m1 1str1, mereka eksklusif melanjutkan tidur.

Bagi seorang yang sudah menikah, melaksanakan mandi junub ialah hal yang biasa. Tapi apakah mandi junub yang dilakukan selama ini sudah benar?. Benar dalam arti tidak menunda-nunda dikala mandi junub. Sebuah kitab yang shahih terdapat bab yang menjelaskan wacana bahaya menunda mandi junub tanpa alasan. Isi dari penjelasan itu ialah ketika seseorang menuda mandi junubnya maka ia tidak akan didekati oleh malaikat yang berjulukan rahmat.

Dalam kitab tersebut dituliskan sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan, bahwa terdapat tiga orang yang tidak akan didekati oleh malaikat Rahmat yakni orang mabuk, orang junub, dan orang yang berlumuran minyak anyir berjulukan khaluq. Ketika seseorang akan mandi junub maka ia harus menetapkan niat mandi junub terlebih dahulu.

Al Hafizh menjelaskan maksud dari hadits tersebut. Malaikat yang dituliskan dalam hadits tersebut ialah malaikat yang menunjukkan berkah dan rahmat, bukan malaikat pencatat perbuatan atau pengawas alasannya ialah mereka akan selalu bersama kita dalam keadaan apapun.

Berdasarkan hadits tersebut dapat diketahui bahwa ketika seseorang menunda mandi junub tanpa adanya alasan yang jelas, sebagai contohnya ialah menyepelekan atau malas, maka malaikat rahmat tidak akan mendekati orang tersebut. Kemudian muncul pertanyaan baru, apakah setelah berhub*ungan kita harus eksklusif mandi junub atau bagaimana. Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah. Setelah dia melaksanakan hajat dengan istrinya terkadang dia tidak eksklusif mandi junub tapi juga terkadang dia eksklusif mandi junub. Apabila dia tidak eksklusif mandi junub, maka dia eksklusif wudhu terlebih dahulu sebelum tidur.

Menunda mandi junub, ini ancamannya telah dituliskan dalam hadits Muslim yang menjelaskan bahwa setelah berhub*ungan suami istri, Rasulullah terkadang mandi junub eksklusif tapi terkadang juga tidak, dengan catatan apabila tidak eksklusif mandi junub maka dia wudhu sebelum tidur.
Apabila kita lihat dari hadits lain, maka terdapat bahaya dalam menunda mandi junub tanpa adanya alasan yang mengikuti. Hadits tersebut memiliki isi yang sama dengan hadits di atas yang menjelaskan bahwa tidak akan didekati oleh malaikat Rahmat, orang yang tidak mandi junub setelah berhub*ungan suami istri. Inilah bahaya dari menunda mandi junub tanpa udzur.

Hadits ini menjelaskan bahwa malaikat rahmat tidak akan mendekati tiga kaum, yakni orang junub, bangkai orang kafir, orang yang berlumuran dengan minyak anyir khaluq kecuali mereka telah berwudhu setelah melaksanakan hajat. Minyak anyir khaluq yang dimaksud ialah campuran dari za’faran dan lainnya namun didominasi oleh warna kuning dan merah.

Sebagai seorang muslim, hal ini perlu diperhatikan benar alasannya ialah dapat mengurangi keberkahan dalam hidup kita. Malaikat rahmat ialah malaikat yang menunjukkan berkah dan rahmatnya di dalam hidup kita atas ijin Allah. Apabila kita menunda mandi junub berarti kita tidak akan didekati oleh malaikat Rahmat. Jangankan diberikan keberkahan, mendekat saja malaikat tidak akan mau. Oleh alasannya ialah itu, setelah melaksanakan hub*ungan suami istri maka kita harus segera mandi junub, tapi apabila kondisi atau keadaan tidak memungkinkan maka kita dianjurkan untuk berwudhu sebagai pengganti mandi junub.

Maka buat kau pasangan suami istri, hal kecil yang menimbulkan bencana besar ini harus benar-benar diperhatikan, jangan hingga kita terlena dengan hajat kiat dengan istri. Minimal kalau malas, wudhulah. Akan tetapi orang usai berwudhu pasti sudah tidak malas lagi, maka mampu eksklusif dilanjutkan dengan mandi junub. Semoga bermanfaat...


sumber : kumpulanmisteri.com

Sumber https://social-trenz.blogspot.com
loading...

Related : Info Penting! Suka Menunda Mandi Junub? Kamu Akan Menghadapi Bahaya Ini