Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Kisah Agung Minta Restu Ibu Jalan Kaki Ke Jakarta Demi Bela Agama

- Sudah sebulan berlalu, agresi 212 masih menyimpan banyak cerita mengharukan. Salah satunya dialami oleh Agung, salah seorang penerima jalan kaki Ciamis – Jakarta.

Santri Pondok Pesantren Miftahul Huda II itu merupakan salah satu penerima jalan kaki menuju Jakarta. Awalnya pesantren akan menyewa sejumlah bus untuk mengangkut para santri, alumni dan masyarakat sekitar. Namun, tidak ada bus yang mau mengangkut mereka dengan alasan ada larangan dari pegawanegeri keamanan.


KH Nonop Hanafi, sang pengasuh pesantren, melihat larangan itu telah melemahkan antusiasme masyarakat di banyak sekali kawasan untuk ke Jakarta. Karenanya, untuk menggelorakan kembali semangat umat, ia menggagas agresi jalan kaki. Rupanya gagasan itu disambut oleh para santri dan alumni.

Lebih dari 1000 orang mulai berjalan kaki dari Ciamis. Agung, yaitu salah satunya.

Aksi jalan kaki itu eksklusif mendobrak semangat umat Islam di banyak sekali daerah. Bahkan ketika rapat sore sehari sebelum berangkat, rencana agresi jalan kaki telah viral di media sosial.

Sepanjang perjalanan, meskipun semangat jihad membara, ada ganjalan di hati Agung. Pasalnya, ia belum mendapat ijin dari orangtuanya.

“Setelah saya hingga di Bandung, rumah saya erat di situ, sekitar Perhutani. Saya ke rumah dulu, omong baik-baik sama orang bau tanah bahwa saya ini pingin ikut jihad,” Agung mengisahkan detik-detik meminta ijin ke orang tua.

Betapa kagetnya Agung. Ibunya tidak sekedar mengijinkan, namun menguatkannya dengan nasehat yang sangat mengharukan.

“Silahkan jihad, bela agama Allah. Bela al Quran. Jangan takut mati. Kalau Agung sudah mati syahid, selamatkanlah ibu, bapak dan keluarga serta guru-guru di yaumil qiyamah. Silahkan, ibu meridhai,” kata Agung menirukan nasehat ibunda. [Ibnu K/Tarbiyah.net]


Sumber https://social-trenz.blogspot.com
loading...

Related : Kisah Agung Minta Restu Ibu Jalan Kaki Ke Jakarta Demi Bela Agama