Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Karena Takut Kepada Yang Mahakuasa Karena Lulus Nyogok, Polisi Ini Meninggalkan Seragamnya Dan Mulai Berdakwah

- Sungguh hidayah cuma diberikan Tuhan pada hamba yang dipilihnya, begitu pula terjadi pada salah satu seseorang mantan polisi dari Aceh ini, Joe Khana Al-Ahmad.

Di dalam akun Instagramnya, Beliau menuliskan :

"Pekerjaan yang kita dapatkan dengan cara yang haram (sogok/suap), akan tidak pernah membawa barokah, bahkan juga mampu membawa kita pada kelalaian dan kemaksiatan.


Karena cinta Tuhan pada saya. Tuhan berikanlah hidayah tuk meninggalkan seragam yang saya dapat lewat cara tidak halal ini., dan kini Tuhan menyibukkan saya dalam perkara agama dan dakwah.
Terimakasih untuk hidayah yang manis ini. "

Alhamdulillah.. Mudah-mudahan selalu istiqomah saudaraku.. mudah-mudahan jadi teladan dan gagasan untuk yang lain..

Halalkah Suap?

Uang bukan segalanya, namun semuanya butuh uang. Tersebut slogan yang kerap terdengar dikalangan masyarakat terkait dengan melegalkan semua cara untuk dapatkan yang diinginkan. Bagaimana tidak, banyak dilema yang mampu dijumpai apabila tidak ada ‘uang pelicin’ jadi akan menjumpai banyak masalah, birokrasi berbelit-belit atau mungkin saja berlangsung pengulur-uluran waktu untuk mencapai kesepakatan. Sudah tidak ajaib lagi ‘uang pelicin’ atau suap untuk kita.

Namun sesungguhnya banyak yang menyalah artikan suap sebagai hadiah, walaupun itu keduanya sebenanya begitu berbeda arti. Apabila kita tidak mengertinya dengan benar dan menyepelekan hal semacam itu mungkin saja kita akan terimbas baik hanya untuk pelaku suap atau akseptor suap. Na’udzubillahi min dzalik.

Apa itu Suap?

Pengertian ihwal Suap
• Dengan cara Arti (kamus Bahasa Indonesia) ialah berikan uang dll pada petugas (pegawai), dengan impian peroleh akomodasi dalam satu masalah.
• Dengan cara Makna dalam islam disebut Ar-Risywah, Menurut Al-Mula Ali Al-Qari rahimahullah (saksikan Al-Mirqah Syarhul Misykat : 11/390), “Ar-Risywah (suap) ialah satu hal yang diperoleh untuk menggagalkan perkara yang benar atau mewujudkan perkara yang bathil (tidak benar). ”

Hukum Suap

Dengan begitu terperinci hukum dari suap ialah haram baik menurut Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’. Haram untuk yang berikanlah maupun yang terima.

– Dalil dari Al Qur’an
Tuhan Subhanahu wa Ta’alla berfirman,
“Dan jangan pernah sebagian anda mengonsumsi harta sebagian yang lain diantara anda dengan jalan yang bathil dan jangan pernah anda membawa (masalah) harta itu pada hakim, semoga anda dapat mengonsumsi sebagian daripada harta benda oranglain itu dengan (jalan berbuat) dosa, walau bahwasanya anda tahu. ” (QS. Al-Baqarah : 188)

–Dalil dari As-Sunnah
Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhu berkata,
“Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam melaknat pemberi suap dan penerimanya.” (HR Abu Dawud 3582, At Tirmidzi 1386, Ibnu Majah 2401, Ahmad 6689 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Misykat Al-Mashobih 3753)
–Dalil dari Ijma’
Kesepakatan umat ihwal haramnya suap secara global sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qudamah, Ibnul Atsir dan Shan’ani rahimahumullah.

Al-Haitsami rahimahullah menafsirkan dalam ayat “Janganlah kalian ulurkan pada hakim pinjaman kalian, ialah melalui langkah mengambil muka dan menyogok mereka, dengan impian mereka akan berikan hak orang lain pada kalian, tengah kalian tahu hal semacam itu tidak halal untuk kalian”, maksudnya ialah Tuhan Subhanahu wa Ta’alla melarang mengambil harta insan melalui langkah bathil, salah satunya melalui langkah suap dapat mengatur (hukuman/sanksi) sebagian hakim, dan asal larangan ialah menunjukkah hukum haram hingga suap hukumnya haram.


sumber : vivamuslim.com

Sumber https://social-trenz.blogspot.com
loading...

Related : Karena Takut Kepada Yang Mahakuasa Karena Lulus Nyogok, Polisi Ini Meninggalkan Seragamnya Dan Mulai Berdakwah