Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Istri Bukan Untuk Disakiti Tapi Untuk Disayangi, Para Suami Bacalah!

- Melalui kehidupan rumah tangga memanglah tak mudah ibarat membalikkan telapak tangan. Menjalani rumah tangga ibarat mengarungi laut terlepas. Berombak besar. Berangin kencang. Kapal karam sana-sini. Tidak heran, bila lalu terjadinya pertengkaran, laga lisan bahkan juga sampai “perkelahian”. Dalam perkelahian rumah tangga, mampu di pastikan yang menjadi pemenang yaitu suami. Istri yang tidak mempunyai badan perkasa ibarat suami, memanglah sering jadi korban. Istri babak belur. Tubuhnya penuh dengan warna hitam legam.

Hal paling penting yang harus dipahami suami yaitu istri itu insan biasa. Yang tentu memiliki kekurangan. Bahkan juga dalam banyak Hadis, wanita dimisalkan ibarat tulang rusuk yang bengkok. Artinya, wanita itu pasti memilki perilaku yg tidak baik. Tingkah laku yang tidak disenangi suami. Walau demikian, hal semacam itu bukanlah berarti seorang suami bebas menghakimi istri.


Oleh alasannya ialah itu, sebaiknya kita renungi Hadis tersebut.

“Sesungguhnya wanita itu dijadikan dari tulang rusuk. Akan tidak lurus bagimu disuatu jalan (yang anda inginkan). Bila kau bersenang-senang denganya, kau bersenang-senang dengannya dan dia tetaplah bengkok. Bila kau berdiri untuk meluruskannya, kau bakal memecahkannya. Dan, memecahkannya yaitu menelaknya. ” (HR. Imam Muslim)

Bila kita lihat sejarah, hal yang sama saja berlangsung pada Nabi Ibrahim. Satu ketika dia mengadu pada Yang Mahakuasa swt. Beliau bermunajat jikalau istri beliau, Sarah memiliki satu adat yg tidak baik.

Allah SWT juga menjawabnya:

“Sesungguhnya, wanita itu ibarat tulang rusuk. Bila kau biarkan, kau membirakannya bengkok. Bila kau meluruskannya, kau akan mematahkannya. Jadi, terimalah apa adanya. ”

Dan akhiranya harusnya kita sadari jikalau istri hanya insan biasa. Tentu mempunyai kekurangan. Di samping mempunyai keunggulan. Oleh karenanya, terimalah dia apa yang ada. Cintai dia. Sayangi keunggulan dan kekurangannya. Kekurangan mereka bukan untuk diadili, namun untuk dipahami. Kekurangan mereka memang Takdir dari sang pencipta.

Orang bijak mengatakan:

“Istri itu insan biasa. Sama juga dengan anda. Bila kau suka pada kelebihannya, kenpa tidak rela pada kekurangannya? ”

Walau demikian, seorang suami harus tetap berusaha memperbaiki tingkah laku istri yang kurang baik. Perlahan-lahan namun pasti. Dengan lembut, kasih sayang, dan ketulusan. Supaya tak mengakibatkannya patah dan bikin permasalahan yang lain. Menyayangi bukanlah berarti membiarkannya. Menyayangi yang bahwasanya yaitu selalu berupaya semoga istri jadi orang baik dan terbaik untuk suami, sampai nanti dapat tolong-menolong masuk surga.


sumber : viralmuslimah.com

Sumber https://social-trenz.blogspot.com
loading...

Related : Istri Bukan Untuk Disakiti Tapi Untuk Disayangi, Para Suami Bacalah!