Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

10 Kalimat Fenomenal Hugo Chaves

Berikut


Hugo Chavez menghembuskan nafas terakhir pada Selasa 5 Maret lalu akhir penyakit kanker yang dideritanya selama dua tahun. Namun karisma dan kalimat yang diucapkan Chavez dalam banyak sekali pidatonya tidak dapat dilupakan begitu saja oleh rakyat Venezuela.

Berikut ini beberapa kalimat fenomenal Chavez yang pernah diucapkannya ketika masih hidup, ibarat dilansir dari news.com.au :


"Kawan-kawan, dengan sangat menyesal, tujuan yang telah kita siapkan belum tercapai."

Kalimat ini diucapkan Chavez kepada rekan seperjuangannya pada 14 Februari 1992, ketika ia gagal melaksanakan kudeta terhadap Presiden Venezuela yang tengah berkuasa ketika itu, Carlos Andres Perez.


"Kuba ialah lautan kebahagiaan. Ke sanalah tujuan Venezuela."

Chavez mengucapkan kalimat ini pada 8 Maret 2000, ketika ia mendapatkan relawan pekerja asal Kuba. Mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro, diketahui merupakan sekutu loyal Chavez. Hubungan mereka sangat dekat, bahkan Chavez sudah menganggap Castro sebagai ayahnya sendiri.


"ALCA, ALCA, pergi saja ke neraka!"

Kalimat ini disampaikan Chavez pada 4 November 2005, ketika menentang pembentukan daerah perdagangan bebas Amerika Latin yang didukung oleh Amerika Serikat (AS).


"Kau ialah seekor keledai, Tuan Berbahaya."

Kalimat Chavez ini ditujukan bagi mantan Presiden AS, George W Bush. Dia melontarkan kalimat tersebut dalam sebuah program televisi berjulukan "Hello President" pada 19 Maret 2006. Dalam program tersebut, Chavez juga berkali-kali menyebut Bush sebagai seorang pengecut, pembunuh, pelaku kejahatan genosida dan pemabuk.


"Kemarin setan itu ada di sini. Tepat di sini dan baunya tercium ibarat belerang."

Kalimat ini juga dialamatkan kepada George W. Bush ketika berbicara di depan sidang majelis umum PBB pada 20 September 2006.


"Jangan macam-macam denganku, Condeleezza."

Chavez melontarkan kalimat ini pada 19 Februari 2006, sebagai balasan atas pernyataan mantan Menlu AS, Condoleezza Rice yang menyebut Venezuela sebagai sebuah ancaman bagi demokrasi regional.


"Pergi ke neraka Yankee Brengsek!"

Pada 11 September 2008, Chavez mengusir Dubes AS untuk Venezuela, Patrick Duddy sambil mengucapkan kalimat makian tersebut. Aksi ini dilakukan Chavez sebagai bentuk solidaritas terhadap Bolivia yang telah melaksanakan hal yang sama beberapa hari sebelumnya.


"Kami akan hidup dan menang!"

Seruan ini diucapkan Chavez pada 30 Juni 2011 setelah dirinya didiagnosa menderita kanker.


"Kau punya ekor dan indera pendengaran babi. Kau juga mendengkur ibarat babi. Kau memang seekor babi."

Chavez melontarkan kalimat ini pada 16 Februari 2006 ketika mengomentari lawan politik dalam pemilu Presiden yang akan berlangsung awal Oktober


"Pilih Maduro sebagai presiden republik ini. Aku meminta ini dari hatiku yang terdalam"


Pada 8 Desember 2012, Chavez meminta rakyat Venezuela untuk memilih Wakil Presiden Nicolas Maduro sebagai penggantinya dalam pemilu mendatang. Dia melaksanakan hal tersebut, jikalau dirinya tidak lagi bisa memimpin Venezuela akhir operasi kanker yang harus dijalaninya. (*/acw)

Sumber http://unik-plus.blogspot.co.id/
loading...

Related : 10 Kalimat Fenomenal Hugo Chaves