Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Guru Ini Dipenjara Seumur Hidup, Alasannya Yakni Korupsi Dana Bos Sebesar 227 Juta

kotabontang.net -Bapak/Ibu guru harus berhati-hati dan lebih transparan mengelola dana BOS mulai kini biar tidak bernasip sama dengan 3 orang Guru berikut yang berakhir dengan penjara seumur Hidup.

Tak banyak publikasi, rahasia Kejaksaan Negeri (Kejari) Cirebon menahan tiga tenaga pendidik terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kota Cirebon. Mereka yang ditahan ialah ES (56), NR (45), dan HF (30). Tersangka ES dan NR merupakan pasangan suami istri.

Pantauan Radar, ketiganya dibawa tim Pidsus Kejari Cirebon ke Rutan Klas I Cirebon memakai kendaraan beroda empat Avanza hitam. ES selama ini bertugas sebagai tenaga pendidik, tepatnya sebagai pengawas TK-SD di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon. istrinya, NR ialah Guru SDN Pulasaren, sedangkan HF tercatat sebagai guru honorer SDN Pangrango, Kota Cirebon.

Kasi Pidsus Kejari Cirebon Tandi Mualim SH mengatakan, kasus yang membelit ketiga tersangka bergotong-royong kasus tahap II dari penyidik kepolisian wacana kasus korupsi dana BOS tahun 2011, tahun 2012, dan tahun 2013. Kasus ini menjadikan kerugian negara sebesar Rp227 juta. Jumlah itu merupakan kumulatif selama 3 tahun, yakni 2011 sebesar Rp41,4 juta, tahun 2012 sebesar Rp88,122 juta, dan tahun 2013 sebesar Rp97,375 juta.

Modus yang dilakukan para tersangka, khususnya NR dan HF, yakni membantu menyebarkan laporan pertanggung tanggapan (LPj) fiktif BOS untuk terpidana YH, kepsek SDN Kejaksan. YH sendiri sudah divonis sebelumnya dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Kronologinya, YH bertemu ES dan menanyakan soal cara pembuatan LPj fiktif wacana penggunaan dana BOS. Akhirnya, ES menyarankan YH ke NR dan HF yang sanggup menyebarkan LPj fiktif dana BOS. “Jadi posisi ES sebagai perantara,” ujar Tandi.

Tersangka NR, kata Tandi, sempat membantah mendapatkan uang dan hanya membantu menyebarkan LPj fiktif, sedangkan HF mendapatkan uang Rp400 ribu sebagai kompensasi membantu menyebarkan LPj fiktif.  “Yang bantah, biarkan saja. Alasan kita melaksanakan penahanan alasannya khawatir melarikan diri. Penahanan mulai hari ini (kemarin) sampai 20 hari ke depan. Mudah-mudahan tidak smapai 20 hari sudah kita daftarkan ke Pengadilan Tipikor Bandung,“ tandas Tandi.

Ketiganya dijerat pasal 21 KUHAP jo pasal 55, pasal 56 dan pasal 64 KUHP. Karena ini kasus korupsi, maka para tersangka juga dijerat UU Tipikor pasal 2 dan pasal 3 dengan bahaya 20 tahun penjara. Pasal 2 denda paling sedikit Rp200 juta, maksimal Rp1 miliar, dan pidana penjara minimal 4 tahun. Pasal 3 denda minimal Rp50 juta, maksimal Rp1 miliar, dan pidana penjara 20 tahun atau seumur hidup. “Mereka dijerat pasal berlapis,” tandasnya

Semoga dengan adanya informasi ini menciptakan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab jadi takut untuk berbuat curang..

Sumber: ( http://www.radarcirebon.com )
loading...

Related : Guru Ini Dipenjara Seumur Hidup, Alasannya Yakni Korupsi Dana Bos Sebesar 227 Juta