Hijab Terbaru | Tifs Cinta Dan Kasih Sayang

Cepatlah Menikah, Maka Hidup Kau Akan Berkah Dan Indah

 Agama yang meliputi semua sisi kehidupan Cepatlah Menikah, Maka Hidup Kamu Akan Berkah dan Indah
kotabontang.net - Islam yaitu agama yang universal. Agama yang meliputi semua sisi kehidupan. Tidak ada suatu masalahpun dalam kehidupan ini yang tidak dijelaskan. Dan tidak ada satupun perkara yang tidak disentuh nilai Islam, walau perkara tersebut nampak kecil dan sepele (ringan). Itulah Islam, agama yang memberi rahmat bagi sekalian alam.

Menikah merupakan jalan yang paling berkah dan paling indah dalam upaya merealisasikan dan menjaga kehormatan. Dengan menikah seseorang bisa terjaga dirinya dari apa yang diharamkan Allah SWT.

Oleh alasannya itulah Rasulullah mendorong untuk mempercepat nikah, mempermudah jalan untuknya dan memberantas kendala-kendalanya. Nikah merupakan jalan fitrah yang bisa merampungkan gejolak biologis dalam diri manusia.

Nikah mengangkat harapan luhur yang kemudian dari persilangan syar’i tersebut sepasang suami istri sanggup menghasilkan keturunan. Melalui kiprahnya bumi ini menjadi semakin semarak. Pernikahan merupakan dilema penting dan besar. ‘Aqad nikah (pernikahan) yaitu sebagai suatu perjanjian yang kokoh dan suci.

“Bagaimana kau akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kau telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami istri dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kau perjanjian yang kuat”.
(An-Nisaa’ (4) : 21).

Agama Islam yaitu agama fitrah dan insan diciptakan Allah Ta’ala cocok dengan fitrah ini. Karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh insan menghadapkan diri ke agama fithrah supaya tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan. Dengan demikian insan sanggup berjalan di atas fitrahnya tersebut.

”Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah) ; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah membuat insan berdasarkan fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus ; tetapi kebanyakan insan tidak mengetahui”. (QS. Ar-Ruum (30) :30).

Islam telah menyebabkan ikatan ijab kabul yang sah berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntutan naluri insan yang sangat asasi serta sarana untuk membina keluarga yang Islami. Penghargaan Islam terhadap ikatan ijab kabul besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh agama.

Anas bin Malik Ra berkata: “Telah bersabda Rasulullah SAW : Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”.

Anas bin Malik RA berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk nikah dan melarang kami membujang dengan larangan yang keras”. Dan ia bersabda: “Artinya : Nikahilah wanita yang banyak anak dan penyayang. Karena saya akan berbanggga dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat”. (Hadits Riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kau dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang pria dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An-Nur (24): 32).

Rasulullah SAW menguatkan akad Allah itu dengan sabdanya: “Ada tiga golongan insan yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah lantaran ingin memelihara kehormatannya”. (Hadits Riwayat Ahmad).

Marilah kita berupaya untuk merealisasikan ijab kabul secara Islam dan membina rumah tangga yang Islami. Di samping itu wajib bagi kita meninggalkan aturan, tatacara, upacara dan susila istiadat yang bertentangan dengan Islam. Hanya Islam satu-satunya anutan yang benar dan diridhoi Allah SWT.

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan yang menyejukkan hati kami, dan jadikanlah kami Imam bagi orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Al-Furqan ; 25:74 ).

Siapapun Anda dan apapun yang Anda kerjakan, maka balasannya terserah Allah SWT, lantaran Dialah Dzat yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk Anda, walau Anda menggap sesuatu itu baik, maka belum tentu dihadapan Allah. Artinya penyerahan diri secara total kepada Allah SWT, yaitu keniscayaan. Serahkan balasannya kepada Allah, pasti Anda menerima yang terbaik.
Sumber: mediasi.me
loading...

Related : Cepatlah Menikah, Maka Hidup Kau Akan Berkah Dan Indah